EFEKTIVITAS TATA KELOLA RUMAH RELAWAN GUNUNGKIDUL SEBAGAI MODEL COLLABORATIVE PUBLIC MANAGEMENT
DOI:
https://doi.org/10.65124/prdm.v14i2.225Keywords:
administrasi publik, tata kelola kolaboratif, manajemen bencana, kapasitas organisasi, relawanAbstract
Rumah Relawan Gunungkidul merupakan inovasi kelembagaan berbasis komunitas yang dikembangkan oleh komunitas relawan Gunungkidul untuk mendukung tata kelola penanggulangan bencana melalui mekanisme kolaborasi multipihak. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Rumah Relawan sebagai ‘Collaborative Public Management Model’ ditinjau dari aspek tata kelola organisasi, koordinasi antarpelaku, pengembangan kapasitas kelembagaan, dan kontribusinya terhadap sistem kebijakan penanggulangan bencana daerah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi, dokumentasi, dan wawancara terhadap 12 aktor kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Relawan berkontribusi dalam meningkatkan ‘network governance’, memperkuat modal sosial organisasi, dan berkontribusi terhadap respon bencana melalui peran sebagai pusat konsolidasi relawan, logistik, dan koordinasi. Namun, efektivitas kelembagaan masih menghadapi tantangan seperti belum tersedianya SOP formal, pendanaan berkelanjutan, serta persepsi kepemilikan ruang yang belum sepenuhnya inklusif. Temuan ini menegaskan pentingnya institusionalisasi tata kelola, penyusunan kebijakan formal, dan mitra pendanaan strategis agar Rumah Relawan dapat berkembang menjadi model kelembagaan publik berbasis partisipasi masyarakat dalam manajemen kebencanaan.
References
Ansell, C., & Gash, A. (2007). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571.
Aldrich, D. P. (2012). Building resilience: Social capital in post-disaster recovery. University of Chicago Press.
Benson, C. (2016). Volunteerism in disaster management: Opportunities and challenges. International Journal of Disaster Risk Reduction, 19, 345–353.
BNPB. (2020). Pedoman Relawan Penanggulangan Bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Comfort, L. K. (2007). Crisis coordination and information management. Journal of Public Administration Research and Theory, 17(4), 1–15.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Denhardt, J., & Denhardt, R. (2015). The new public service: Serving, not steering. Routledge.
FEMA. (2018). Community volunteer coordination guide. Federal Emergency Management Agency.
IFRC. (2010). Volunteer management guidelines. International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies.
Lassa, J. (2019). Social capital and disaster resilience. International Journal of Disaster Risk Science, 10(4), 452–463.
Moore, M. H. (1995). Creating public value: Strategic management in government. Harvard University Press.
Perry, R. W., & Lindell, M. K. (2007). Emergency planning and disaster response. Journal of Public Affairs, 7(2), 45–62.
Pelling, M. (2003). The vulnerability of cities: Natural disasters and social resilience. Earthscan.
Rhodes, R. A. W. (2005). The new governance: Governing without government. Political Studies, 44(4), 652–667.
Shaw, R. (2014). Community-based disaster risk reduction. Elsevier.
Twigg, J. (2007). Characteristics of a disaster-resilient community: A guidance note. DFID Disaster Risk Reduction Interagency Group.
UNDRR. (2015). Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015–2030. United Nations Office for Disaster Risk Reduction.
UNDP. (2008). Capacity development: Empowering people and institutions. United Nations Development Programme.
UNV. (2021). State of the world’s volunteerism report. United Nations Volunteers Programme.
Wisner, B., Blaikie, P., Cannon, T., & Davis, I. (2004). At risk: Natural hazards, people’s vulnerability, and disasters (2nd ed.). Routledge.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Edi Dwi Atmaja, Budi Dwisetiyani, Agus Fitriyanto Hidayat, Subarno Didik Asmadi, Ahmad Romadhon Akhirudin, Irma Restyana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


